BAB II
ANALISIS WEB LIPUTAN 6
Analisis terhadap web Liputan 6
yang beralamat di www.liputan6.com dilakukan
dengan menganalisis penerapan kaidah web usability berlandaskan pada
buku Prioritizing Web Usability karangan Jakob Nielsen. Di dalam
buku ini, ada dua belas poin penting yang harus dicermati dalam mendesain dan membangun sebuah website, yaitu :
1.
Nothing to Hide
2.
The Web User Experience
3.
Revisiting Early Web Usability Findings
4.
Prioritizing Your Usability Problems
5.
Search
6.
Navigation and Information Architecture
7.
Readability & Legibility
8.
Writing for the Web
9.
Providing Good Product Information
10. Presenting
Page Elements
11. Balancing
Technology with People's Needs
12. Design That
Works
Pembahasan pada makalah ini tidak
dikelompokkan berdasarkan dua belas poin di atas.
Pembahasan akan dilakukan
berdasarkan sub-poin dari tiap-tiap poin sesuai dengan kondisi yang ditemukan pada web Liputan 6. Selain merujuk kepada buku Prioritizing
Web Usability, analisis juga merujuk kepada buku The Essential
Guide Second Edition karangan Wilbert O. Galitz dan 231 point dari Web Pages That Suck.
2.1 Analisis tiap halaman web
2.1.1 Halaman Home
Border digunakan untuk
memfokuskan perhatian dalam sebuah gruoping atau pada informasi yang berhubungan. Pada halaman home, terdapat satu
berita yang menjadi headline pada hari tersebut. Kekurangan
yang tampak pada headline yang ditampilkan adalah adanya
penggunaan border yang tidak tepat. Border tersebut digunakan hanya pada bagian cuplikan gambar yang
merepresentasikan isi berita. Akan tetapi, berita terkait yang
menjadi inti justru berada diluar border. Hal ini akan membuat pengguna sedikit bingung. Apakah berita tersebut merupakan satu kesatuan dengan gambar yang terdapat diatasnya atau tidak. Sebaiknya
antara berita dengan cuplikan gambarnya dibuat berada dalam satu
border, sehingga menjadi satu kesatuan. Hal lain yang juga perlu diperhatikan pada halaman ini adalah adanya
tiga button di
sebelah kanan gambar. Button-button tersebut yaitu video, detail
dan komentar. Ketiga button ini menunjukkan inkonsistensi dalam web
ini. Untuk button video dan komentar, apabila di klik oleh pengguna maka
akan muncul popup windows. Sedangkan untuk button detail,
jika di klik tidak akan menampilkan pop-up windows, tetapi akan tetap berada pada window
yang sama. Hal ini akan membingungkan pengguna, karena
jika mereka melakukan pemilihan aksi secara sekuensial maka saat memilih button
detail mereka akan mengharapkan untuk menemukan pop-up windows yang
menampilkan detail berita. Akan lebih baik jika
ketiga button tersebut
melakukan aksi yang sama apabila di klik oleh pengguna. Selain itu penggunaan pop-up windows juga menjadi suatu hal yang
menjengkelkan bagi pengguna. Apalagi jika pengguna mengaktiftkan
pilihan untuk memblock munculnya pop-up windows,
mereka tidak akan mendapatkan informasi yang di
inginkan. Jadi, sebaiknya, saat
memilih button video dan komentar, hasil yang dikeluarkan tetap berada pada window yang sama.
Gambar 1. Headline pada halaman home
Permasalahan lain yang muncul
yaitu pada pilihan detail. Saat pengguna mengklik button detail,
web akan menampilkan detail berita yang menjadi headline tersebut. akan tetapi, yang membingungkan adalah menu detail yang ada
disebelah kanan menghilang, tetapi tampilan berita hampir sama
dengan tampilan awal headlinenya. Bagian yang berubah adalah
hanya judul halaman serta berita yang berada di bawah gambar. Sehingga
ada kemungkinan pengguna tidak menyadari bahwa menu detail yang mereka
inginkan sudah dilakukan. Hal ini bahkan memungkinkan pengguna menjadi bingung,
karena saat mereka tidak mendapatkan apa yang diharapkannya, maka dia akan
berusaha sekali lagi untuk melakukan aksi yang sama. Sedangkan pada kasus ini,
pengguna tidak dapat melakukan aksi yang sama dengan hilangnya button detail.
Gambar 2. Tampilan setelah
pemilihan button detail
Di bagian dibawah berita utama,
terdapat beberapa berita lainnya. Sekali lagi
muncul masalah inkonsistensi
dalam web ini, yaitu pada penulisan berita yang
memampilkan bentuk yang berbeda.
Ada cuplikan berita yang menampilkan gambar dan judul beritanya saja, tetapi
ada juga yang menampilkan judul beserta kutipan
beritanya. Sebaiknya berita yang
ditampilkan memiliki bentuk yang sama, sehingga
Gambar dan berita dibawahnya merupakanmbagian dari,headline, tapi bordernya dibuat berbeda Pilihan detail menghilang Perubahan judul halaman pengguna mudah untuk mengingatnya. Selain itu, button
video yang berada dibawah berita terasa kurang
tepat, karena button digunakan untuk menampilkan link yang
melakukan aksi, bukan untuk link yang menampilkan informasi. Lebih baik jika button tersebut diganti dengan link saja.
Gambar 3. Berita pada halaman home
2.1.2 Halaman Radio Partner
Pada halaman ini masalah yang
terlihat adalah pada alignment-nya. Pada salah satu radio partner yang
ditampilkan terdapat sedikit kesalahan penggunaan alignment untuk menuliskan
jenis broadcast yang disiarkan di radio tersebut, yaitu penulisan broadcast
di radio Megaswara FM yang rata kiri (sejajar dengan logo radio). Sebaiknya segera diperbaiki, karena walaupun kesalahan ini
kecil, tetapi tetap dapat mengganggu pengguna. Saran untuk halaman
ini adalah untuk radio partner yang ada, akan lebih baik
terdapat link untuk menuju ke situs dari masingmasing radio tersebut.
2.1.3 Halaman Profil Presenter
Pada halaman ini sebaiknya
terdapat link untuk melihat profil lengkap dari presenternya. Karena sesuai dengan menu tersebut adalah untuk melihat
profil presenter. Selain itu, sebaiknya di bagian email dari masing-masing
presenter dijadikan link, sehingga memudahkan pengguna
yang ingin melakukan kontak dengan salah satu presenter . Profil presenter yang ditampilkan juga tidak didasarkan pada jenis
urutan tertentu. Selain itu, jumlah presenter yang ditampilkan terlalu banyak
untuk satu halaman. Hal ini akan memaksa pengguna melakukan
tindakan yang kurang disukai, yaitu scrolling. Jadi,
lebih baik profil ditampilkan berdasarkan abjad dan digunakan paging untuk
menampilkan seluruh presenter. Di luar itu, halaman untuk profil presenter sudah cukup baik.
2.1.4 Halaman Info Iklan
Pada halaman info iklan, di awal
kalimatnya digunakan huruf kapital untuk satu kata pertama. Mungkin
penggunaan huruf kapital ini dimaksudkan untuk
mendapatkan perhatian pengguna.
Tetapi, penggunaan huruf kapital ini dirasa kurang tepat, karena kata
tersebut tidak menunjukkan maksud untuk menarik
perhatian pengguna. Penggunaan
huruf kapital pun biasanya hanya pada heading atau headline dari sesuatu. Galitz menyarankan untuk menggunakan mixed
case untuk content sebuah web. Selain itu, halaman ini lebih
tepat jika dikatakan sebagai penjelasan dari web
dan tayangan Liputan 6 itu
sendiri. Halaman ini tidak menunjukkan bahwa di sini diinformasikan tentang periklanan di website liputan 6. Bagian yang
menunjukkan info iklan di halaman ini justru berada pada bagian
akhir dari halaman ini, padahal inilah inti dari dibuatnya
halaman info iklan. Kemudian pada bagian yang harus Penulisan cuplikan berita tidak konsisten Sebaiknya link, bukan button dihubungi oleh pengiklan terdapat
alamat email dan dibagian kanan terdapat tulisan
”contact us here”. Akan
tetapi, alamat email dan tulisan tersebut tidak berupa link yang bisa langsung menghubungkan pengiklan dengan pihak marketing
Liputan 6.
Gambar 4. Halaman Menu Info Iklan
Di halaman ini juga tidak
terdapat kata-kata yang dapat menumbuhkan kepercayaan bagi para pengiklan
untuk memasang iklan disini. Pada sebuah situs yang menawarkan kerjasama
seperti ini kata-kata yang menunjukkan bahwa pengguna dapat mempercayakan
pemasangan iklan disini sangatlah dibutuhkan, karena kata-kata tersebut akan
meningkatkan keamanan serta kenyamanan yang dirasakan oleh calon pengiklan.
Sehingga mereka tidak ragu-ragu untuk beriklan disini. Walau demikian, tidak
adanya kata-kata tersebut mungkin karena pengembang web lebih menekankan
kepercayaan pengguna terhadap nama Liputan 6. Sehingga mereka tidak membutuhkan
pemuatan kata-kata seperti itu. Solusi untuk permasalahan tersebut adalah
sebaiknya content untuk halaman ini diperbaiki, sehingga lebih
menjelaskan bagaimana cara periklanan di web Liputan 6 serta jika memungkinkan
dapat diperlihatkan space mana saja yang disediakan untuk iklan dan
tarif beriklan disana. Untuk email dan tulisan ”contact us here”
sebaiknya dijadikan link, sehingga pengiklan dapat langsung menghubungi jika ingin memasang iklan di web ini.
2.1.5 Halaman Free Email
Saat dipilih link Free Email,
pengguna akan dibawa keluar dari web Liputan 6. dan menuju ke web sctvnews.com.
Pada halaman Free Email ini, tampilan dari web sudah cukup bagus, walaupun
desainnya berbeda dengan desain web Liputan 6. Hal ini dapat dimaklumi karena
keduanya merupakan web yang terpisah. Pembahasan mengenai menu-menu
yang ada di dalamnya tidak dilakukan disini karena sudah merupakan web yang
berbeda.
2.1.6 Halaman Site Map
Site map menggambarkan struktur
hierarki dan hubungan dari komponen website. Site map akan menggambarkan
struktur hierarki website dalam bentuk grafis ataupun text. Site map mungkin
dibuat tersedia untuk level global atau lokal tergantung pada kompleksitas yang
dimiliki oleh web. Idealnya, dalam sebuah site map ditampilkan
path navigasi yang lengkap mulai dari halaman home hingga akhir. Huruf kapital Informasi tentang Liputan 6, bukan info iklan Bukan link Pada web liputan 6, site map yang
ada sudah cukup baik. Kekurangan yang muncul di sini adalah adanya
bagian yang bukan link yang dimasukkan dalam site map. Bagian
tersebut merupakan sebuah pengkategorian terhadap menu-menu dibawahnya. Sebaiknya, bagian tersebut tidak disertakan dalan site
map. Karena site map adalah kimpulan link yang
akan menuju ke halaman-halaman dalam sebuah web.
Gambar 5. Halaman Site map
2.1.7 Halaman Berita
Pada halaman berita politik,
hukum & kriminal, sosial & budaya hingga lainlain terlihat penulisan berita
yang ditampilkan sudah konsisten di setiap halamannya.
2.2 Analisis web keseluruhan
2.2.1 Logo dan nama perusahaan
Logo dan nama perusahaan
merupakan identitas utama sebuah website. Identitas ini digunakan untuk
menginformasikan kepada pengguna tentang web yang sedang mereka kunjungi. Pada
web ini, logo dan nama perusahaan sudah diberikan dengan jelas. Selain itu,
juga ada slogan (tagline) dari Liputan 6. Permasalahan yang dijumpai pada logo
dan nama perusahaan pada web ini adalah :
a. Logo berada pada bagian kiri,
tetapi tidak pada bagian paling atas, karena dibagian paling atas digunakan
sebagai space iklan.
b. Logo dan nama perusahaan
(Liputan 6) menjadi link ke home (logo dan nama dibuat menggunakan satu file image).
Solusi untuk permasalahan di atas adalah :
·
Logo sebaiknya ditempatkan pada bagian kiri atas
karena telah menjadi konvensi umum.
·
Sebaiknya hanya logo yang menjadi link ke home; nama
perusahaan (Liputan 6) sebaiknya dibuat dengan text menggunakan HTML atau file image
yang terpisah dari logo. Bukan link.
Gambar 6. Bagian Logo dan Nama
web Liputan 6
2.2.2 Fasilitas Search
Menu search merupkan salah satu
elemen penting dalam sebuah web. Fitur searching akan memudahkan pengguna untuk
menemukan informasi tertentu yang ada di web dengan mudah dan cepat. Pengguna
hanya memasukkan beberapa kata sebagai kata kunci dan sistem web akan
menampilkan halaman hasil yang sesuai dengan kata kunci. Penggunaan fitur ini
tentu lebih menghemat waktu pengguna daripada harus browsing ke semua halaman
web untuk mendapatkan informasi tertentu.
Pada web Liputan 6 ini sudah
tersedia fasilitas searching, dan penempatannya pun sudah sesuai dengan
peletakan umum, yaitu dibagian kanan atas. Kekurangan\ dari fasilitas searching
di web ini hanyalah pada search box yang yang panjangnya sekitar 20 karakter.
Sangat disarankan panjang search box adalah 27 karakter karena telah memenuhi
90% dari kueri pengguna.
Gambar 7. Search box
2.2.3 Breadcrumb
Breadcrumb digunakan untuk
menginformasikan kepada pengguna mengenai posisi mereka saat ini. Dengan
menggunakan breadcrumb, pengguna juga dapat menelusuri path yang telah
dilaluinya sampai berada di posisi saat ini sehingga pengguna dengan mudah
dapat kembali ke halaman sebelumnya. Pada web ini tidak terdapat breadcrumb. Breadcrumb
memang kurang dibutuhkan pada web ini karena setiap halaman rata-rata hanya
memiliki jarak path satu sampai dua klik dari halaman utama. Tanpa adanya breadcrumb,
pengembang web ini membuat judul pada setiap halaman sehingga pengguna bisa
mengetahui dimana posisinya sekarang.
Kondisi ini diperlihatkan pada
gambar di bawah ini :
Space Iklan (tidak muncul, tetapi
pada halaman situs aslinya terdapat iklan)
Gambar 8. Judul pada halaman menu
Politik
2.2.4 Penempatan menu utama
Urutan fokus mata pengguna dalam
mengamati sesuatu dimulai dari bagian atas, kiri, kanan, dan terakhir adalah
bagian bawah. Merujuk pada fakta ini, maka penempatan informasi paling penting
yaitu menu, sebaiknya diletakkan pada bagian atas karena menu merupakan ide
pokok yang mengetengahkan informasi utama yang dimiliki oleh sebuah web.
Peletakan menu utama pada web Liputan 6 dapat dikatakan cukup baik karena
diletakkan pada bagian atas. Dengan demikian, ketika pengguna menggunakan web
maka pengguna bisa langsung mengetahui konten apa saja yang ditawarkan oleh web
tersebut. Tetapi, masih ada kekurangan dalam penempatan menu di web Liputan 6
ini. Penempatan menu home yang umumnya berada di bagian kiri justru tidak
dilakukan disini. Menu home pada web Liputan 6 terletak di bagian kanan atas.
Ditambah dengan ukuran tulisan yang juga cukup kecil, penempatan menu yang
tidak umum akan membuat pengguna kesulitan untuk menemukannya. Sebaiknya
penempatan menu home dilakukan sebagaimana yang sering di temukan, yaitu berada
dibagian kiri dari halaman web.
Gambar 9. Penempatan menu utama
Menurut Galitz, pada sebuah
halaman web yang memiliki halaman panjang, sebaiknya menu home juga diletakkan
pada bagian footer, sehingga ketika pengguna melakukan scrolling hingga bagian
bawah, mereka tidak perlu melakukan scrolling kembali untuk menemukan menu home
yang terdapat di bagian atas. Kompleksitas pada web liputan 6 cukup tinggi. Web
ini memiliki jumlah kategori informasi yang sangat besar dan setiap kategori
memiliki banyak content. Galitz menyarankan dibuat sebuah sub menu untuk
memperjelas navigasi pada web seperti itu. Hal ini telah diterapkan pada web
Liputan 6. Dalam web ini terdapat sub menu yang terdapat di bagian atas, serta
pada bagian kanan web.
Gambar 10. Sub menu di bagian
atas web
2.2.5 Sub Menu
Karena kompleksitas web Liputan 6
yang tinggi, web ini mempunyai beberapa sub menu. Pada sub menu di bagian kanan
telah dilakukan grouping untuk Judul halaman mengelompokkan jenis-jenis berita
yang ada. Akan tetapi tidak semua sub menu yang ada merupakan suatu grouping.
Kekurangan lain dari sub menu yang digunakan ini adalah adanya inkonsistensi
dalam penggunaan heading. Beberapa heading pada sub menu merupakan link, tetapi
sebagian lagi tidak. Hal lain yang ditemukan disini adalah adanya perbedaan
warna pada heading yang ada. Beberapa heading berwarna biru tua, tetapi
sebagian lainnya berwarna biru muda. Sekali lagi terdapat inkonsistensi dalam
desain web Liputan 6.
Gambar 11. Sub menu di bagian
kanan web
Gambar 12. Sub menu dengan heading
berwarna biru muda
2.2.6 Scrolling
Pengguna jarang melakukan scrolling
karena mereka terlalu sibuk dan banyak informasi pada web yang tidak berharga
untuk dilihat dalam halaman web, kecuali jika informasi itu dapat dilihat
dengan jelas dan halaman web itu mempunyai informasi yang memang dibutuhkan.
Sayangnya, kebanyakan halaman hanya mempunyai sedikit informasi, sehingga
pengguna memutuskan untuk menghindari penggunaan scroll yang terlalu banyak.
Jadi, seorang pengembang harus mengetahui fakta-fakta ini agar dapat
menampilkan cukup informasi di atas sehingga membuat
pengguna ingin melihat informasi
di bawahnya Pengguna dengan web experience yang lebih tinggi melakukan scroll yang
lebih banyak. User dengan web experience yang lebih rendah hanya melakukan
scroll untuk 38% dari halaman web, sedangkan web experience yang lebih tinggi melakukan
scroll 46% dari halaman web. Ada dua penjelasan yang mungkin untuk ini:
Pertama, para pemakai berpengalaman menjadi lebih sadar bahwa perancangan web
yang kurang baik kadang membuat informasi penting berada dibawah, dan kedua,
mereka lebih cepat saat memilih informasi yang relevan dengan membaca sekilas
halaman web, sehingga mereka menjadi lebih memerlukan banyak waktu untuk
melakukannya. Pengguna web kebanyakan malas untuk melakukan scrolling dan
kalaupun mereka melakukan scrolling, maka mereka hanya melakukannya sedikit
saja (satu atau dua kali scrolling). Penggunaan scrolling pada web ini masih
kurang baik, karena pada-halaman-halaman tertentu pengguna harus melakukan
kurang lebih lima kali scrolling untuk melihat semua informasi yang ada pada
halaman tersebut. Banyaknya informasi yang ditampilkan pada satu halaman
membuat pengguna Link Bukan link harus melakukan scrolling berkali-kali.
Rata-rata penggunaan scrolling dalam web ini yaitu sekitar empat kali scrolling
untuk setiap halaman.
2.2.7 Terlalu banyak text dalam
satu halaman
Text dalam sebuah web merupakan
hal yang penting. Sehingga komposisi text dalam sebuah halaman web perlu
diperhatikan. Text yang terlalu sedikit dalam satu halaman akan mengakibatkan
seringnya membalik halaman, dan pengguna dibuat untuk mengklik berkali-kali.
Akan tetapi, terlalu banyak text juga tidak baik karena
dapat menyebabkan kekacauan dan
ketidaknyamanan. Dalam web liputan 6 terdapat terlalu banyak text dalam satu
halaman. Hal ini akan sedikit mengganggu pengguna karena terlalu banyak
informasi yang diberikan di halaman tersebut. Selain itu, umumnya pengguna akan
terlalu malas untuk membaca text yang terlalu panjang. Text yang terlalu
panjang juga menyebabkan pengguna dipaksa untuk melakukan scrolling. Seperti
yang telah dibahas di atas, penggunaan scrolling seringkali dihindari oleh
pengguna
2.2.8 Perubahan warna pada link
yang telah dikunjugi
Umumnya, web browser kurang baik
dalam mendukung navigasi pengguna, tetapi mereka menyediakan satu fitur penting
dalam navigasi. Mereka mengijinkan pengembang untuk mengubah warna di tiap
halaman saat pengguna telah mengunjunginya. Saat ini 74% web menggunakan
pendekatan desain yang seperti ini, sehingga hal ini menjadi konvensi umum yang
diharapkan pengguna. Pelanggaran dalam hal ini bisa menjadi masalah usability yang
sangat serius. pengguna dapat tersesat dan mengunjungi kembali halaman yang
sama jika mereka tidak yakin bahwa mereka telah mengunjunginya. akibatnya
mereka akan lebih cepat menyerah saat menggunakan web tersebut. Mereka akan
merasa kurang baik terhadap situs yang gagal menggambarkan tindakan mereka dan
dan gagal membantu navigasi mereka. Permasalahan usability juga menjengkelkan
bagi pengguna dengan daya ingat lemah yang sering tidak bisa mengingat apa yang
telah mereka klik jika tidak ada bantuan visual. Itulah sebabnya mengapa
pengguna lebih baik dilayani dengan perubahan warna link. Link yang tidak
berubah warna membuat kebingungan pengguna dalam navigasi karena pengguna tidak
mengerti perrbedaaan dari yang mereka pilih dan dimana mereka berada. Hal ini
tentu saja merupakan masalah usability yang serius.
Pada web Liputan 6 link yang telah
dikunjungi tidak mengalami perubahan warna. Sedangkan pengguna biasanya tidak
suka mengingat mana saja link yang sudah dikunjunginya. Sebaiknya, untuk link yang
telah dikunjungi oleh pengguna di atur agar dapat berubah warnanya sehingga
tidak akan membuat pengguna mengunjungi link yang sama lebih dari satu kali
karena tidak ada bantuan untuk mengingat mana link yang telah dikunjunginya.
2.2.9 Link yang tidak berjalan
Link pada sebuah web merupakan
faktor kunci dalam proses navigasi. Pengguna bisa berhenti menggunakan link yang
terbukti tidak berhasil dikunjungi sebelumnya. Sebaliknya, mereka mungkin
kembali mengunjungi link yang telah membantu mereka sebelumnya.
Pada salah satu berita olahraga
yang ada di web ini saat ditampilkan isi berita tersebut terdapat gambar yang
berhubungan dengan berita dan menu untuk melihat video dan komentar. Akan
tetapi, saat dicoba untuk mengklik button video, ternyata button tersebut bukan
berupa link ke tempat lain. Padahal dihalaman-halaman berita yang lainnya menu
video selalu menampilkan pop-up windows jika di klik. Sekali lagi di sini
ditunjukkan inkonsistensi dalam web liputan 6. Pengembang web Liputan 6 harus
lebih memperhatikan hal ini. Karena saat pengguna menemukan kasus seperti ini,
mereka mungkin tidak akan mengulangi untuk mencoba mengunjungi link tersebut.
Padahal penggunaan button video tersebut ada d isetiap berita yang dimuat di
sini. Hal ini tentu saja akan merugikan Liputan 6.
Jika memang ada berita-berita
tertentu yang memang tidak memiliki rekaman video, sebaiknya dibuat satu bagian
yang terpisah, antara berita yang memilki rekaman video dengan berita yang
hanya menampilkan informasi tertulis saja. Sehingga hal-hal tersebut tidak akan
membuat user menjadi kebingungan.
Gambar 13. Link yang tidak
berjalan.
2.2.10 Button tidak menjadi link
Pada kasus di atas, penggunaan button
video juga menjadi tidak tepat. Karena button tersebut tidak melakukan aksi
atau menampilkan informasi apapun jika di klik pengguna. Padahat tingkah laku button
tersebut menyerupai sebuah link, dimana saat ponter diarahkan ke button tersebut
maka tulisan video berubah menjadi warna biru terang. Untuk hal-hal seperti
ini, pengembang web dapat lebih memperhatikan penggunaan style di web tersebut.
Sehingga tidak akan terdapat kekeliruan seperti ini. Jika memang ada saat button
bukan berupa link, ada baiknya tampilan button tersebut berada sepeti dalam
keadaan tidak aktif.
2.2.11 Terlalu banyak link
Memahami navigasi sebuah website
kadang menjadi lebih sulit karena website biasanya memiliki struktur yang lebih
banyak dari sistem aplikasi biasa. Sebuah halaman web dapat melakukan apa saja
dan dapat memiliki banyak link untuk halaman lain.
Jumlah link yang ditampilkan
dalam sebuah halaman biasanya ditentukan oleh kompleksitas dari web itu
sendiri. Riset terhadap menu menunjukkan bahwa jumlah link yang berada pada
suatu halaman dapat ditentukan dari pengelompokkan elemennya. Jika tidak ada
pengelompokkan elemen batas link yang diijinkan adalah 4-8 link. Sedangkan jika
terdapat pengelompokkan elemen link diperbolehkan hingga 18-24 buah. Tetapi,
sebagian ahli dalam web desain menyarankan hanya 8- 12 link saja.
Jumlah link yang terlalu sedikit
juga meningkatkan kemungkinan terlihat seperti pengumuman. Ini tidak diperlukan
untuk menyebutkan semua fitur dari sebuah web dalam semua halaman. Untuk
mengurangi jumlah link batasi agar hanya menampilkan content web yang paling
penting atau fitur-fitur yang berguna saja.
Dalam web Liputan 6 terdapat
banyak sekali link dalam satu halaman. Tetapi jumlah link yang terdapat di web
ini sudah sesuai dengan aturan di atas. Karena telah dilakukan pengelompokkan
elemen, jumlah link dalam setiap kelompok hanya berkisar tiga hingga sembilan link.
Link tidak berjalan 12.
Gambar 14. Pengelompokkan link
2.2.12 Registrasi pengguna
Sebelumnya registrasi adalah
suatu penghalang yang cukup besar dalam sebuah web. Karena pengguna tidak tahu
apakah mereka dapat mempercayakan informasi pribadi mereka kepada web tersebut.
Sekarang pengguna melakukan registrasi apabila mereka percaya terhadap sebuah
web dan mereka memerlukan produk atau jasa yang ditawarkan. Meski demikian,
pengguna tetap saja tidak suka untuk melakukan registrasi. Sebuah web akan
kehilangan banyak jika mereka memaksakan pengguna untuk segera registrasi atau
jika mereka menanyakan terlalu banyak pertanyaan.
Melakukan registrasi di tempat
yang salah adalah kesalahan yang umun dilakukan pengguna. Banyak layar
registrasi yang mempunyai area yang disediakan untuk pelanggan baru. Pengguna
biasanya akan lebih tertarik pada text boxes karena itu terlihat dapat
melakukan suatu aksi tertentu. Pengguna akan memilih untuk melakukan sesuatu
daripada membaca sesuatu. Itulah mengapa mereka lebih tertarik pada open boxes dan
mengabaikan hal lain di halaman registrasi Pada web Liputan 6, pengguna akan
diminta untuk melakukan registrasi apabila mereka hendak memberikan komentar
ataupun mengirimkan berita yang ada pada web kepada orang lain. Kekurangan yang
tampak pada saat hendak melakukan registrasi adalah pengguna tidak dapat
melihat seluruh point yang harus mereka isi saat registrasi. Hal ini disebabkan
oleh halaman registrasi yang muncul hanya berukuran seperempat dari luas
monitor keseluruhan. Pengguna tidak dapat melakukan scrolling untuk melihat
bagian bawah form registrasi. Bahkan pengguna juga tidak bisa memperbesar layar
karena tidak ada pilihan maximize pada window sizing buttons seperti yang
ditunjukkan pada gambar dibawah ini.
Gambar 15. Window sizing button pada
halaman registrasi
Kekurangan lainnya yang ditemukan
pada form registrasi adalah kedekatan dalam penulisan point registrasi dengn text
boxes. Sebaiknya pada penulisan point registrasi digunakan rata kanan terhadap text
boxes. Hal ini dimaksudkan agar pengguna tidak sulit untuk melihat text box
untuk bagian apakah yang sedang mereka isi.
Gambar 16. Tampilan form
Registrasi
Saran untuk form registrasi yaitu
sebaiknya untuk format tanggal diberikan dalam bentul list, sehingga pengguna
hanya perlu memilih saja. Karena untuk pengisian format tanggal menggunakan text
box memungkinkan terjadi kesalahan dari pengguna.
Kesalahan lain yang ditemukan
adalah pada bagian akhir form registrasi hanya terdapat satu button, yaitu
submit. Umumnya saat melakukan proses registrasi pengguna akan menemui dua buah
button, yaitu submit dan reset atau cancel.
Gambar 17. Button pada form registrasi
Sebaiknya untuk
kesalahan-kesalahan diatas segera diperbaiki agar web ini terlihat makin
profesional.
2.2.13 Login
Login merupakan sebuah menu yang
dapat membawa pengguna yang sudah teregistrasi untuk dapat mengakses
fitur-fitur tertentu dalam sebuah web. Web Liputan 6 memiliki form login yang
akan digunakan jika pengguna ingin memberikan komentar atau mengirimkan berita
kepada orang lain.
Form login yang disediakan pada
web ini terbilang sederhana, sama seperti web lainnya. Satu kekurangan yang
muncul adalah penulisan kata login di tempat yang seharusnya bertuliskan username.
Form login ini juga telah menyediakan pilihan daftar untuk pengguna yang belum
teregistrasi serta lupa password.
Gambar 18. Form Login
2.2.14 Screen resolution
Salah satu hal penting yang harus
diperhatikan oleh pengembang web adalah mengenai lebar (width) halaman web.
Statistik menunjukkan bahwa kebanyakan komputer pengguna saat ini memiliki
resolusi 800 x 600 atau 1024 x 768 piksel. Kecendrungan saat ini menunjukkan
bahwa resolusi 1024 x 768 piksel akan menjadi resolusi yang paling kecil di
masa mendatang. Jika lebar dari halaman web melebihi resolusi komputer
pengguna, maka ketika pengguna mengakses halaman web, pengguna harus melakukan scrolling
ke samping untuk melihat seluruh konten. Hal ini tentu saja kurang bagus karena
pengguna membutuhkan usaha yang lebih untuk mendapatkan informasi dari web.
Bisa-bisa, bukannya tetap mencoba scrolling ke samping, tetapi pengguna malah
memilih untuk meninggalkan web. Kalau sudah begini, pemilik web juga yang
menanggung kerugiannya. Sebagian pengembang menyiasati masalah ini dengan
membuat lebar halaman web sesuai dengan ukuran terkecil resolusi monitor saat
ini yaitu 800 piksel atau lebih kecil dari itu. Harapannya adalah agar semua
komputer pengguna dapat menampilkan halaman web tanpa harus scrolling ke
samping. Pengembangan web Liputan 6 telah cukup baik dalam memperhatikan faktor
screen resolution yang telah dibahas di atas.
2.2.15 Text image
Text image biasanya digunakan
oleh pengembang web untuk membuat tombol. Text image biasanya juga digunakan
untuk membuat font-font yang tidak standar di web browser sehingga hal-hal yang
berkenaan dengan browser compatibility dapat diatasi. Walaupun penggunaan text
image dapat mengatasi masalah browser compatibility, penggunaan text image menimbulkan
beberapa masalah, antara lain :
·
File gambar dapat menyebabkan pembengkakan ukuran
file. Sebagian besar pengguna web di dunia masih menggunakan koneksi dial-up
dan tidak sabar jika loading dari web yang dibuka sangat lambat. Hal ini
menyebabkan pengguna akan meninggalkan web sebelum loadingnya selesai.
·
Text berbasis gambar tidak dapat dipilih sehingga
pengguna tidak mungkin melakukan copy and paste.
·
Text berbasis gambar tidak dapat diubah ukurannya,
padahal sebagian pengguna melakukan perubahan ukuran pada browsernya agar lebih
mudah membaca informasi yang ada di web.
·
Informasi yang ditampilkan dengan menggunakan text berbasis
gambar tidak akan muncul jika pengguna mematikan pilihan load image pada browsernya.
Sebagian pengguna mematikan pilihan load image karena alasan koneksi. Jika image
tidak diload maka halaman web akan ditampilkan lebih cepat dan bandwidth yang
digunakan akan jauh lebih hemat; terutama untuk pengguna yang mengakses web
dengan koneksi yang mengharuskannya membayar per- kb terhadap bandwidth yang
digunakannya. Pengembang web Liputan 6 dapat dikatakan kurang baik dalam
menerapkan text image dalam web nya. Hal ini terlihat dari content web yang
hampir sebagian besar memuat gambar. Bahkan untuk menu-menu berita yang ada
dibuat dengan menggunakan image. Hal ini membuat pengguna yang menggunakan text
browser atau yang mematikan fungsi load image pada browsernya akan kesulitan
untuk mengidentifikasi menu-menu tersebut. Sehingga pengguna tidak dapat
mengakses berita yang dibutuhkannya. Ditambah lagi, menu-menu tersebut tidak
menyediakan alternate text untuk menggantikan image yang mungkin tidak muncul.
Kondisi ini diperlihatkan pada gambar dibawah ini :
Gambar 19. Tampilan web Liputan 6
saat fungsi load images dimatikan
Untuk mengatasi hal seperti ini,
sebaiknya pengembang web menyediakan alternate text untuk menggantikan images yang
tidak tampak. Sehingga tidak akan membuat pengguna frustasi dan meninggalkan
web ini.
2.2.16 Penggunaan white space
White space adalah bagian halaman
web yang tidak memiliki text atau ilustrasi apapun. White space sangat penting
dalam perancangan halaman web karena memudahkan pengguna untuk memproses
informasi dengan baik. Sebuah web yang memiliki sedikit white space akan
menyulitkan pengguna untuk mengidentifikasi informasi yang penting. Sebaliknya,
penggunaan white space yang terlalu banyak juga kurang bagus karena halaman web
akan terkesan kosong. Pengembang web harus menyeimbangkan proporsi white space dengan
konten yang ada, artinya white space jangan terlalu sedikit tetapi juga tidak
terlalu banyak sehingga pengelompokan informasi dapat dilakukan dengan baik.
Pada web ini, pengembang terlalu
banyak menggunakan white space pada beberapa halaman yang memang menampilkan
informasi sedikit. Hal ini disebabkan karena pada bagian kanan terdapat sub
menu yang selalu ada ditiap halaman web Liputan 6. Hal inilah yang menimbulkan
kesan kosong pada halaman-halaman dengan informasi sedikit. Space yang kosong
ini sebaiknya digunakan secara maksimal oleh pengembang web untuk menampilkan
informasi lain.
Gambar 20. White space pada halaman
web Liputan 6
2.2.17 Kesalahan bahasa
Bahasa merupakan salah satu hal
penting untuk menyampaikan ide kepada orang lain. Pada web, selain untuk
menyampaikan informasi kepada pengguna, bahasa juga mencerminkan
profesionalitas serta bagus atau tidaknya sebuah perusahaan. Oleh karena itu,
tata bahasa sebaiknya menjadi perhatian yang tidak kalah penting selain
perancangan tampilannya. Pada web Liputan 6, terdapat White space kesalahan
tata bahasa yang cukup sepele, tetapi sayangnya terdapat pada bagian yang
penting.
Kesalahan tata bahasa yang
dijumpai yaitu pada bagian search. Dibawah search box tertulis Advance Search,
padahal semestinya yang tertulis adalah Advanced Search. Hal ini dapat dilihat
pada gambar dibawah ini :
Gambar 21. Kesalahan bahasa pada
bagian search
Kesalahan lain yang ditemukan
yaitu pada form registrasi. Salah satu poin yang harus diisi adalah nomor
telepon pengguna. Tetapi yang tertulis disana adalah telefon, seperti yang
ditunjukkan gambar dibawah ini :
Gambar 22. Kesalahan bahasa pada form
registrasi
Kesalahan yang terjadi di atas
memang sangat sepele. Tapi sekali lagi, karena kesalahan tersebut terjadi pada
bagian yang penting, maka kesalahan ini akan mengurangi penilaian pengguna
terhadap web dan juga Liputan 6. Sebaiknya, kesalahan-kesalahan kecil seperti
ini dapat dihindari ketika merancang sebuah web dan dapat segera diperbaiki.
2.2.18 Penyesuaian font dan warna
Prinsip utama dalam menentukan font
dan warna dalam satu halaman web adalah berupaya untuk membatasi font-style dan
warna yang digunakan. Font-style sebaiknya digunakan secara menyatu dan efektif
serta mampu menggambarkan hirarki yang ada pada halaman web. Pembedaan font dan
attribut font biasanya dapat membantu pengguna untuk membedakan tingkat
kepentingan sebuah heading dan informasi. Jumlah typefaces maksimal dalam satu
halaman web yang dianjurkan adalah tiga typeface. Sementara untuk ukutan font maksinal
adalah tiga jenis.
Sejalan dengan penggunaan font,
penggunaan warna juga sebaiknya tidak terlalu beraneka ragam dalam satu halaman
web. Jumlah jenis warna maksimal dalam satu halaman web yang dianjurkan adalah
empat warna. Penggunaan font dan warna pada web Liputan 6 telah dapat
menggambarkan hirarki yang terdapat pada halaman web. Pengembang menggunakan
ukuran font dan warna yang berbeda untuk menandakan sebuah text merupakan heading
atau informasi. Pada setiap halaman web, heading selalu dibuat dengan ukuran
yang lebih besar dan warna yang berbeda. Dengan adanya pembedaan ini, maka pengguna
dapat dengan mudah membedakan tingkat kepentingan informasi yang disampaikan.
Kondisi ini dapat dilihat pada gambar berikut ini :
Gambar 23. Ukuran dan warna font
pada heading dan informasi
Akan tetapi masih saja terdapat
sedikit kekurangan penggunaan font dan warna pada web Liputan 6 ini. Hal ini
dapat dilihat dari ukuran text yang masih terlihat kecil dan sedikit sulit
terbaca. Padahal ukuran text sangat menentukan apakah sebuah content dapat
dibaca dengan mudah oleh pengguna atau tidak. Pada kasus ini, pengembang tidak
menyediakan fitur untuk memperbesar atau memperkecil text sesuai dengan
kebutuhan pengguna. Hal ini membuat pengguna harus memperbesar web jika ingin
memperjelas tulisan yang ada. Padahal memperbesar halaman web justrru membuat
web terlihat berantakan. Akan lebih baik pengembang menyediakan fitur untuk
memperbesar atau memperkecil tulisan pada web ini.
Selain itu, masih terdapat
masalah dalam penggunaan warna. Untuk text yang berisi informasi, di web
Liputan 6 ini digunakan tulisan bewarna hitam sedangkan untuk link, sudah
sesuai dengan aturan baku, yaitu menggunakan warna biru. Akan tetapi, warna
biru yang digunakan untuk link terlalu tipis, bahkan hampir mendekati hitam.
Hal ini memungkinkan pengguna keliru apakah itu link atau hanya text biasa. Sebaiknya
penggunaan warna biru untuk link lebih dipertegas, sehingga tidak menimbulkan
keragu-raguan pengguna.
2.2.19 Text yang terlihat seperti
link
Konvensi umum pengguna
menunjukkan bahwa text yang berwarna biru atau berwarna biru dan digarisbawahi
merupakan sebuah link. Pada web ini, terdapat beberapa text yang berwarna biru
padahal bukan link, misalnya pada heading di setiap halaman, judul berita, dan
lain-lain. Hal ini diperlihatkan pada gambar di bawah ini :
Gambar 24. Text yang terlihat
seperti link
Gambar 25. Judul Berita terlihat
seperti link
Berdasarkan gambar di atas, text “HEADLINE”
serta judul berita yang berwarna biru bukan merupakan sebuah link. Pengembang
sebaiknya mengubah style untuk text tersebut, karena warna biru sebaiknya hanya
digunakan untuk menandakan bahwa text tersebut adalah sebuah link.
2.2.20 Pop-up windows
Ketika pengguna mengklik suatu link
atau button, umumnya mereka mengharapkan suatu halaman web baru yang akan
muncul menggantikan halaman sebelumnya. Pengembang seringkali melakukan hal
seperti ini untuk menjaga agar pengguna selalu tetap berada pada halaman web
mereka.
Pop-up windows biasanya membuat
pengguna merasa terganggu dengan pop-up windows dan sebagian ada yang
menginstall software untuk memblock pop-up windows ini. Penggunaan pop-up
window seringkali menjadi sebuah alasan bagi pengguna untuk segera meninggalkan
web tersebut karena pop-up sering memiliki konotasi buruk bagi pengguna. Kadang
pengguna bisa langsung menutup pop-up window bahkan sebelum membaca isinya.
Pada web Liputan 6 sering
dijumpai pop-up window saat kita mengklik button tertentu, misalnya video.
Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, hal ini akan membuat pengguna
meninggalkan web jika terus menerus menemui hal ini. Sebaiknya, pengembang web
Liputan 6 mengurangi penggunaan pop-up windows dalam web ini.
2.2.21 Plug-ins
Sebuah web dapat kehilangan
pengguna potensial apabila mereka menolak untuk mendownload pug-ins lainnya
atau software untuk menggunakan web tersebut. Biasanya saat pengguna menghadapi
download dialog, mereka cenderung akan memilih cancel. Karena pengguna takut
akan terkena virus dan mereka tidak ingin menunggu untuk mendownload.
Dalam web Liputan 6, pengguna
diharuskan memiliki Flash player untuk dapat melihat video berita. Hal ini dapt
menghambat keinginan pengguna yang memang perlu untuk melihat tayangan-tayangan
tersebut. Sebaiknya pemuatan video tersebut menggunakan format pemutaran video
yang umum, sehingga tidak menyulitkan pengguna yang ingin melihatnya.
2.2.22 Icon
Icon adalah grafik dalam sebuah
antarmuka yang digunakan untuk mengkomunikasikan informasi kepada pengguna
dengan mengekspresikan atribut obyek, aksi atau perintah, dan tipe pesan.
Tipe icon ada tiga macam yaitu
·
Resemblance, yaitu icon yang memperlihatkan atau
mewakili obyek yang direpresentasikannya.
·
Abstract, yaitu sebuah representasi abstrak dari apa
yang ingin disampaikan
·
Exemplar, yaitu sebuah imej yang menggambarkan contoh
atau karakteristik dari sesuatu
·
Arbitrary, yaitu icon yang tidak langsung berhubungan,
untuk memahaminya perlu ada proses pembelajaran.
·
Analogy, yaitu icon yang secara fisik atau semantik
memiliki hubungan dengan sesuatu.
Pada web Liputan 6 terdapat
penggunaan icon untuk menggambarkan beberapa pilihan menu. Icon yang sering
terlihat di web ini adalah icon untuk menu video, detail dan komentar. Icon-icon
ini merupakan icon yang beripe arbitrary, karena perlu ada suatu proses
pembelajaran untuk dapat menerima icon-icon tersebut sebagai lambang dari
masing-masing menu. Pada dasarnya, penggunaan icon di web Liputan 6 sudah cukup
bagus walaupub masih ada sedikit kekurangannya.
Kekurangan yang dimaksudkan
adalah salah satu bentuk icon, yaitu icon untuk button detail, menyerupai icon yang
sering digunakan untuk menu search. Sebaiknya icon yang sudah sering digunakan
seperti itu tidak lagi digunakan untuk melambangkan hal-hal lainnya. Karena
pengguna yang menemukan icon tersebut akan lebih mengingat icon tersebut
sebagai lambang dari suatu hal yang lebih dulu dikenalkan. Saran untuk itu,
sebaiknya icon pada button detail diganti dengan icon yang lain yang tetap
dapat mewakili hal yang dimaksud.
Gambar 26. Icon pada button detail
Permasalahan lain yang ditemukan
dalam penggunaan icon di web ini adalah masih ada icon yang sama untuk
menggambarkan dua jenis hal yang berbeda. Misalnya untuk sub menu catatan
produser dan liputan khusus. Keduanya memiliki icon yang sama, padahal content yang
ditampilkan tentu saja berbeda. Sebisa mungkin hal seperti ini harus dihindari
oleh pengembang web.
Gambar 27. Icon sub menu liputan
khusus dan catatan produser
2.2.23 Tampilan Text
Untuk menampilkan text dalam satu
halaman web terdapat beberapa aturan umun yang harus dipenuhi. Diantaranya
adalah jumlah karakter dalam setiap baris hendaknya tidak lebih dari 40-60
karakter. Penulisan text tidak boleh rata kanan, karena akan menyulitkan
pengguna untuk membacanya.
Pengguna web seringkali malas
jika dihadapkan pada persoalan scrolling. Apalagi scrolling horizontal
(menyamping) yang lebih sulit dilakukan. Pengguna yang menemui kasus ini pada
umumnya akan segera meninggalkan web tersebut.
Untuk mengatasi penggunaan scrolling
horizontal, biasanya pengembang web membatasi jumlah informasi yang disajikan
kesamping. Umumnya dalam satu baris informasi yang ditampilkan hanya sebanyak
8-10 kata. Pada web Liputan 6, tidak ditemukan halaman yang memerlukan scrolling
horizontal. Karena dalam penyajian berita sudah digunakan batasan untuk jumlah kata
per baris. Hal ini akan lebih memudahkan pengguna, karena pengguna tidak akan
dipaksa untuk melakukan hal yang kurang disukai.
2.2.24 Relative specification
J. Nielsen menyarankan agar
ukuran teks menggunakan sebuah skema ukuran relatif (misalnya menggunakan
persentase) dibandingkan memberikan ukuran tetap. Contohnya, penggunaan ukuran headline
text 140% lebih baik dari penggunaan ukuran headline text 14-point type. Jika
ukuran yang digunakan adalah ukuran 140%, maka headline akan tetap terlihat
lebih besar dari teks yang lain seandainya pengguna memperbesar tampilan teks.
Sebagian pengembang web menggunakan unit pengukuran mutlak untuk menentukan
ukuran teks yang digunakan. Hal ini menyebabkan pengguna tidak mungkin mengubah
ukuran teks. Ukuran teks yang tidak bisa diubah akan menyebabkan sebagian
pengguna sulit untuk membaca informasi yang ada di web. Ukuran teks pada web
Liputan 6 masih menggunakan ukuran point-type yang ditulis pada file CSS.
2.2.25 Indikator ‘>>’
Indikator ‘>>’ biasanya
digunakan untuk mempertegas sebuah link. Pada web Liputan 6 seringkali
ditemukan indikator ‘>>’. Akan tetapi tidak semua indikator ‘>>’
merupakan tanda bagi sebuah link. Misalnya pada menu-menu berita yang terdapat
pada bagian bawah beberapa halaman. Akan tetapi, pada bagian-bagian tertentu
indikator ‘>>’ sudah tepat digunakan sebagai link. Sub menu berbeda, icon
sama.
Gambar 28. Indikator ‘>>’
bukan link
Gambar 29. Indikator ‘>>’
merupakan link
2.2.26 Page title
Sebuah page title haruslah
menunjukkan kata-kata berarti, dimana kata pertamanya merupakan penjelasan yang
paling penting. Page title harus berbeda antara halaman satu dengan halaman
yang lainnya dan penulisannya menggunakan mixed case. Page titles harus
didesain untuk menampilkan informasi yang berguna. Jika memungkinkan, biasanya page
title berisi banyak kata. Ketika sebuah page title berisi 60 karakter, harus
bisa dipastikan bahwa 40 karakter pertama cukup untuk menjelaskan topik pada
halaman tersebut. Page title seringkali dipotong dari menu navigasi dan
digunakan dalan fasilitas search. jika sebuah page title bersumber pada dua
topik yang sama, maka dia harus diawali dengan kata yang sama, tetapi akhir dari
page title harus bisa menjelaskan perbedaan antara keduanya. Penggunaan page
title di web Liputan 6 dapat dikatakan cukup baik. Pada saat pengguna
mengunjungi sub menu yang ada mereka akan dengan segera mengetahui di mana
mereka berada. Permasalahan yang muncul adalah saat pengguna mengunjungi
menu-menu utama, page title yang digunakan tidaklah berbeda. Hal ini dapat
membingungkan pengguna. Sebaiknya penggunaan page title harus diatur agar tidak
terjadi kesamaan page title untuk halaman yang berbeda.
2.2.27 Penggunaan bullet list
yang kurang tepat
List digunakan untuk menampilkan
informasi secara berurutan agar mudah dibaca oleh pengguna. Pada web ini,
penggunaan bullet kurang tepat untuk list yang terdapat pada halaman site map seperti
diperlihatkan pada gambar berikut ini :
Gambar 30. Penggunaan bullet list
yang kurang tepat
Pada gambar di atas, bullet yang
digunakan menyerupai radio button sehingga pengguna mungkin akan bertanya-tanya
apakah itu radio button atau hanya sebuah bullet. Sebaiknya bullet ini diganti
dengan bullet lain sehingga tidak menimbulkan anggapan yang salah dari pengguna.
Bukan link Link
2.2.28 Update Content
Analisis pertama terhadap www.liputan6.com
dilakukan pada tanggal 31 Mei 2008 untuk menganalisis apakah web tersebut
tergolong kepada web suck atau tidak. Karena liputan 6 merupakan situs dari
sebuah tayangan berita, maka sudah sewajarnya jika proses update dilakukan
hampir setiap saat. Sesuai dengan jargon yang diajukannya, yaitu tajam
terpercaya, Liputan 6 memang dapat dipercaya sebagai salah satu penyaji berita
terlengkap serta tercepat. Karena hampir setiap saat headline yang disajikan
pada halaman utama Liputan 6 selalu berubah. Hal ini menunjukkan tingginya
tingkat pergantian berita aktual di situs ini. Selain itu, pada setiap berita
yang dimuat di web Liputan 6 ini, terdapat waktu dimasukkannya berita tersebut.
Sehingga pengguna akan selalu dapat melihat apakah berita yang diturunkan
adalah berita terbaru atau tidak.
Gambar 31. Waktu saat upload
content
2.2.29 Terlalu banyak gambar
Penggunaan gambar yang terlalu
banyak dalam sebuah web akan membuat web tersebut sulit untuk di akses lebih
cepat. Sebaiknya penggunaan gambar dalam sebuah halaman dibatasi sehingga tidak
membuat pengguan kesal dan meninggalkan situs karena terlalu lama menunggu.
Penggunaan gambar pada web Liputan 6 dapat dibilang sangat banyak, karena
hampir di setiap bagian halaman terdapat gambar. Hal ini tentu saja membuat
waktu yang di butuhkan untuk me-load halaman menjadi lebih lama. Sebaiknya
pengembang web Liputan 6 mengurangi atau membatasi penggunaan gambar di setiap
halaman web ini.
2.2.30 Error Messages
Penyediaan error messages sangat
membantu untuk data yang salah atau tidak lengkap dimasukkan. Error message juga
digunakan apabila dokumen yang diminta tidak ada atau tidak bisa ditemukan. Error
message biasanya ditampilkan dalam sebuah message box yang menutupi halaman
yang membuat error. Message box ini akan menunjukkan dimana letak kesalahan
sehingga menimbulkan error message ini. Error message ini akan ditampilkan
hingga pengguna menyadari dimana letak kesalahannya. Dalam sebuah halaman web,
menunjukkan error message pada halaman yang terpisah akan menyelesaikan resiko
yang disebabkan oleh error pada halaman tersebut. Memori manusia menjadi sebuah
solusi yang mungkin untuk masalah yang ada dari sebuah program yang detailnya
tidak jelas. Resolusi masalah dengan menunjukkan halaman web yang terkait
merupakan suatu hal yang tidak efisien.
Solusi lain untuk menampilkan error
message adalah langsung pada halaman dimana error tersebut terjadi. Ini adalah
pilihan yang direkomendasikan. Sehingga keadaan akan terjaga dan kedua elemen
dapat ditampilkan dengan jelas kedekatannya. Sebuah pesan yang ditampilkan
dengan style yang biasa tidak akan terlihat sebagai suatu peringatan. Sehingga error
message harus ditampilkan dalam sebuah tampilan khusus yang sedekat mungkin
dengan masalahnya. Tampilan khusus ini dapat diperlihatkan melalui tampilan
pesan yang lebih besar, menggunakan border, ataupun huruf-huruf khusus. Dengan
begitu, perhatian Tanggal dan waktu upload berita pengguna akan mengarah pada
bagian dimana tindakan dapat dilakukan., jadi pesan harus dibuat sejelas
mungkin. Bagaimanapun, lebih baik untuk mencegah kesalahan dibandingkan
mengatasinya. Pada web Liputan 6, error message ditampilkan pada saat proses
registrasi, lupa password, ataupun login.
Gambar 32. Error message






0 komentar:
Posting Komentar